The Most Popular Traffic Exchange

Kamis, 05 Desember 2013

Diskusi Nasional 2013



Diskusi Nasional Meningkatkan Jati Diri Bangsa di Hotel Sunan Solo, 5-6 Desember 2013 bersama Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Sunindyo




Diskusi Nasional Meningkatkan Jati Diri Bangsa di Hotel Sunan Solo, 5-6 Desember 2013 bersama 
H. Mardiyanto (Mantan Mendagri dan Mantan Gubernur Jawa Tengah)

Rabu, 27 November 2013

Buku Antologi Puisi : Secangkir Teh untuk Sahabat

Buku Antologi Puisi : Secangkir Teh untuk Sahabat










Buku ini merupakan ungkapan isi hati saya yang saya tuangkan melalui goresan pena dan rangkaian kata. Fenomena yang ada di sekitar kita merupakan inspirasi untuk menghasilkan sebuah puisi. Semoga buku ini bermanfaat bagi yang membacanya.

Sabtu, 23 November 2013

Jambore Cabang Penggalang SD MI Kwarcab Temanggung 2013

Regu Elang dan Regu Matahari SD Negeri Margolelo menjadi juara 1 Tergiat Umun Putra dan Juara 2 Tergiat Umum Putri pada Jambore Cabang Penggalang SD MI Kwarcab Temanggung 2013

Selasa, 12 November 2013

Jambore Penggalang SD / MI Kwartir Ranting Kandangan 2013

Regu Elang SD Negeri Margolelo Juara 1 Jambore Penggalang SD/MI Tingkat Kwartir Ranting Kandangan 2013

Regu Matahari SD Negeri Margolelo Juara 1 Jambore Penggalang SD/MI Tingkat Kwartir Ranting Kandangan 2013

Selasa, 20 Agustus 2013

SECUIL CATATAN PERJUANGAN PUTRA-PUTRA KALORAN TAHUN 1945-1949


Cover Buku Secuil Catan Perjuangan Putra-Putra Kaloran Tahun 1945-1949


Kaloran merupakan sebuah daerah di Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah.  Hamparan sawah yang luas serta sungai yang berkelok-kelok menambah keindahan panorama Kaloran. Di balik keindahan tersebut ternyata Kaloran memiliki catatan sejarah dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
            Selama ini sedikit sekali yang kita dengar tentang sejarah perjuangan putra-putra Kaloran. Melalui buku yang berjudul “Secuil Catatan Perjuangan Putra-putra Kaloran 1945-1949” ini, pembaca diharapkan dapat mengetahui sejarah perjuangan para pejuang yang berasal dari Kaloran dalam mempertahankan kemerdekaan.
            Buku ini merupakan wujud apresiasi bagi  putra-putra kaloran yang ikut berjuang dalam menegakkan kedaulatan Republik Indonesia. Dengan pengorbanan tenaga, pikiran bahkan nyawa, pejuang-pejuang Kaloran berjuang mengusir penjajahan dari wilayah Republik Indonesia.
           Penulis menyadari kalau dalam penyusunan buku ini terdapat banyak kekurangan. Kekurangan ini disebabkan oleh keterbatasan penulis untuk memperoleh informasi dari putra-putra Kaloran yang ikut berjuang karena sebagian besar dari mereka sudah meninggal. Selain itu kendala penulis dalam penyusunan ini adalah keterbatasan buku literature yang dapat dijadikan referensi, karena jarang sekali buku yang menceritakan tentang Kaloran.
            Penulis mohon minta maaf apabila dalam penulisan buku ini terdapat kekeliruan dan dengan tangan terbuka menerima kritik atau saran yang membangun untuk melengkapi isi dari buku ini sehingga nantinya buku ini menjadi buku yang bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Rabu, 14 Agustus 2013

Situs Liyangan Peninggalan Mataram Kuno yang Terkubur

Situs Liyangan
Peninggalan Mataram Kuno
yang Terkubur



Candi Liyangan adalah situs purbakala berupa candi dan kawasan permukiman di lereng timur Gunung Sundoro, tepatnya di permukiman warga Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, berjarak sekitar 20 kilometer arah barat laut dari kota Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Situs ini baru ditemukan pada tahun 2008.
Situs Liyangan

Situs Liyangan berupa candi ukuran kecil, dan hingga kini di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro itu masih ditemukan benda-benda bersejarah lain, di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.400 di atas permukaan air laut tersebut pertama kali ditemukan sebuah talud, yoni, arca, dan batu-batu candi, diduga bahwa situs tersebut sebuah perdusunan karena di antara benda temuan terdapat sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu. (photo: indonesianspaceresearch.blogspot.com)


Penemuan pertama berupa talud, yoni, arca, dan batu-batu candi. Penemuan selanjutnya sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang. Penelitian dan penggalian lebih lanjut dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta pada 2010 dan 2011 menyimpulkan bahwa situs tersebut bukan merupakan candi besar tetapi sebuah perdusunan Mataram Kuno. Berdasar gambaran hasil survei penjajakan Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks; indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, sekaligus situs pertanian.

Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan jalan batu dan 40 guci Cina dari Dinasti Tang sekitar abad 9-10 Masehi di Situs Liyangan Temanggung, Jawa Tengah.

Ketua Tim Penelitian Situs Peninggalan Mataram Kuno di Situs Liyangan Temanggung, Sugeng Rianto mengatakan penemuan jalan batu dan guci Cina ini adalah hasil ekskavasi Balai Arkeologi Yogyakarta Mei 2013 lalu tepatnya pada penggalian keempat situs ini.

Ia mengatakan Situs Liyangan merupakan kompleks peninggalan Mataram Kuno yang terdiri dari tiga bagian yakni area hunian, area peribadatan, dan area pertanian.

Penemuan lain, lanjut Sugeng, adalah pecahan guci kuno zaman Dinasti Tang yang ditemukan di area hunian oleh para penambang pasir. Pecahan guci ini lantas disusun hingga menjadi sekitar 40 guci. Kata Sugeng, guci ini digunakan sebagai alat perkakas rumah tangga seperti mangkok, wadah air, dan sebagainya.

Selain guci Cina,dalam penggalian akhir juga ditemukan enam batur atau plataran candi dengan ukuran kira-kira 40 sentimeter persegi serta alat perkakas dari gerabah dan tanah liat seperti pasu (baskom tanah liat), periuk, kendi, dan lainnya.

Sugeng menambahkan pihaknya juga menemukan benda-benda yang terbuat dari logam seperti senjata tajam ( mirip pedang) dan alat pertanian berupa 'Lempak'.

Sebelumnya, pada penggalian tahun 2012 lalu, tim Balai Arkeologi Yogyakarta juga menemukan sarana peribadatan berupa candi, batur,selasar tangga batu, talud air dari kubus batu, talud air yang terbuat dari batu kali dan talud air dari papan batu.

Sumber:
http://indonesianspaceresearch.blogspot.com/diunduh pada tanggal 14 Agustus 2013
http://www.tempo.co/read/news/2013/06/04/061485610/Ditemukan-Jalan-Batu-dan-Guci-di-Situs-Liyangan diunduh pada tanggal 8 Agustus 2013
http://unik.kompasiana.com/2012/11/11/misteri-situs-liyangan-bagian-kisah-temanggung-di-masa-lalu-507464.html diunduh pada tanggal 8  Agustus 2013
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Liyangan diunduh pada tanggal 8  Agustus 2013

Selasa, 13 Agustus 2013

Bali (2001)

Mahasiswa Teknik Konversi Energi Kelas C Politeknik Negeri Semarang angkatan 1999 melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan ke Bali pada tahun 2001.
Mahasiswa Teknik Konversi Energi  Kelas C
Politeknik Negeri Semarang Angkatan 1999  (Bali, 2001)

Sangeh (2001)

Pantai Kuta (2001)