Senin, 21 Desember 2015
Jumat, 04 September 2015
Pentingnya PUPNS 2015
Akhir-akhir ini, kita
sering mendengar istilah PUPNS. Apa sih yang dimaksud dengan PUPNS? Pendataan
ulang Pegawai Negeri Sipil (PNS) nasional merupakan kegiatan pemutakhiran data
PNS yang dilakukan secara online dan dilaksanakan sejak bulan Juli dan berakhir
pada Desember 2015. Untuk proses pemutakhiran data ini setiap PNS memulai
dengan melakukan pemeriksaan data yang tersedia dalam database kepegawaian BKN
dan selanjutnya PNS, melakukan perbaikan data yang tidak sesuai serta
menambahkan/melengkapi data yang belum lengkap/tersedia di database BKN.
Tujuan dari PUPNS
adalah Untuk
memperoleh data yang akurat, terpercaya, sebagai dasar kebutuhan dalam
mengembangkan sistem informasi kepegawaian ASN yang mendukung pengelolaan
manajemen ASN yang rasional sebagai sumber daya aparatur negara. Selain itu, membangun kepedulian dan kepemilikan PNS
terhadap data kepegawaiannya.
Karena begitu pentingnya PUPNS, sebagai
PNS marilah kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Untuk info selengkapnya silahkan kunjungi http://pupns.bkn.go.id/
Sumber: http://pupns.bkn.go.id/
Jumat, 05 Juni 2015
Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Anak
Pentingnya Pendidikan Karakter untuk
Anak
Setiap manusia lahir pada dasarnya sudah membawa karakter
masing-masing Menurut Hermawan Kertajaya (2010:3), karakter adalah
” ciri khas” yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut
adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, sehingga
dapat mendorong bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon
sesuatu. Sedangkan Menurut kamus psikologi, karakter adalah kepribadian
ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan
biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982:29).
Pengertian karakter atau watak dapat diartikan sebagai sifat pembawaan seseorang
yang dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang. Sehingga karakter ini harus
terus dibina dan dijaga agar berkembang
dengan baik. Kita dapat melihat keadaan sekarang ini, ketika melihat perilaku
anak yang mudah sekali terpengaruh dampak negatif dari lingkungan, misalnya
kekerasan atau pornografi yang dengan mudahnya dapat diakses dari internet. Oleh
karena itu pendidikan karakter bagi anak sangat penting. Pendidikan karakter sebaiknya
dilakukan sejak dini.
Senin, 11 Mei 2015
Puisi : Goresan Sebuah Pena
Goresan Sebuah Pena
Karya: Tri Sadono
Selembar kertas putih menunggu
Sepi sunyi tiada kawan
Rindukan rangkaian kata berpadu
Terbangkan asa menuju awan
Sebuah pena goreskan tinta
Untaian hasrat penuh makna
Ciptakan keindahan sastra
Kenangan tak terlupa
Karya: Tri Sadono
Selembar kertas putih menunggu
Sepi sunyi tiada kawan
Rindukan rangkaian kata berpadu
Terbangkan asa menuju awan
Sebuah pena goreskan tinta
Untaian hasrat penuh makna
Ciptakan keindahan sastra
Kenangan tak terlupa
Sabtu, 26 Juli 2014
PERKEMBANGAN SISTEM ADMINISTRASI WILAYAH INDONESIA
PERKEMBANGAN SISTEM ADMINISTRASI
WILAYAH INDONESIA
WILAYAH INDONESIA
Pada
awalnya berdiri negara kesatuan Republik Indonesia terdiri atas 8
provinsi yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI) pada tanggal 19 Agustus 1945 yaitu sebagai berikut:
1. Sumatra
2. Jawa Barat
3. Jawa Tengah
4. Jawa Timur
5. Sunda Kecil (kepulauan Nusa Tenggara)
6. Kalimantan
7. Sulawesi
8. Maluku
Perjuangan Meraih Kemerdekaan
Indonesia di Jajah Bangsa Asing
Penjajahan Belanda
Selepas Syarikat Hindia Timur Belanda (SHTB)
menjadi muflis pada akhir abad ke-18 dan selepas penguasaan United
Kingdom yang singkat di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah
Belanda mengambil
alih pemilikan SHTB pada tahun 1816. Belanda berjaya menumpaskan sebuah
pemberontakan di Jawa dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830.
Selepas tahun 1830, sistem tanam paksa yang dikenali sebagai cultuurstelsel
dalam bahasa Belanda mula diamalkan. Dalam sistem ini,
para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan
pasaran dunia pada saat itu, seperti teh, kopi
dan sebagainya. Hasil-hasil tanaman itu kemudian dieksport ke luar
negara. Sistem ini memberikan kekayaan yang besar kepada para pelaksananya -
baik orang Belanda mahupun orang Indonesia. Sistem tanam paksa ini yang
merupakan monopoli
pemerintah dihapuskan pada masa yang lebih bebas selepas tahun 1870.
Pada tahun 1901, pihak Belanda
mengamalkan apa yang dipanggil mereka sebagai Politik Beretika (bahasa
Belanda: Ethische Politiek) yang termasuk perbelanjaan yang lebih
besar untuk mendidik orang-orang pribumi serta sedikit perubahan politik. Di bawah Gabenor
Jeneral J.B. van Heutsz, pemerintah
Hindia-Belanda memperpanjang tempoh penjajahan mereka secara langsung di
seluruh Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan asas untuk negara Indonesia
pada saat ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

